Pelantikan Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat (AS) disambut dengan anjloknya harga saham-saham. Bursa Wall Street pun kembali 'memerah' karena tanda-tanda bahwa krisis perbankan global masih jauh dari usai.
Harapan baru akan hadirnya Obama untuk bisa memulihkan perekonomian dengan cepat ternyata tak mampu menandingi sentimen negatif dari laporan perbankan.
Pada perdagangan Selasa (20/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 332,13 poin (4,01%) ke level 7.949,09. Indeks Standard & Poor's 500 juga anjlok 44,90 poin (5,28%) ke level 805,22 dan Nasdaq merosot 88,47 poin (5,78%) ke level 1.440,86.
Ini adalah penurunan indeks Dow Jones yang terbesar sejak 1 Desember 2008. Dan untuk pertama kalinya Dow Jones berada di bawah level 8.000 sejak 20 November 2008.
Saham-saham perbankan di berbagai belahan dunia sebelumnya telah merosot setelah Royal Bank of Scotland (RBS) mengumumkan kerugian yang tidak diperkirakan sebelumnya hingga US$ 40 miliar lebih. Hasil dari RBS itu setidaknya dijadikan cerminan bahwa kondisi bank-bank besar di berbagai belahan dunia belum juga membaik.
Sementara State Street Corp, yang merupakan manajer keuangan terbesar dunia membuat investor cemas tentang apa yang disebut sebagai wilayah paling aman di perbankan, setelah mereka mengumumkan kerugian yang tidak disadari hingga US$ 6,3 miliar dalam investasinya. Outlooknya pun diturunkan, sehingga harga sahamnya anjlok hingga 59%.
"Saham-saham semakin berjatuhan karena tragedi yang belum juga usai di sektor perbankan," ujar Tom Sowanick, chief investment officer Clearbrook Financial LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/1/2009).
Sebagian besar saham perbankan berjatuhan, termasuk JPMorgan Chase & Co yang menjadi penyeret utama pelemahan Dow Jones. indeks sektor perbankan KBW anjlok hingga 20%, sementara indeks finansial S&P turun hingga 17%. Namun Citigroup naik tipis 3% setelah mengumumkan pemberian dividen 1 sen per saham per kuartal dan akan melanjutkan penjualan Citigroup Technology Services senilai US4 127 juta.
Investor Amerika terus dibayangi oleh rasa khawatir walaupun pemerintah Inggris mengumumkan satu ekspansi agresif yakni sebuah rencana paket penyelamatan finansial untuk membantu dan mengangkat perusahaan-perusahaan yang bermasalah.
Harga komoditi terlihat mixed. Harga minyak mentah mencoba bertahan stabil pada level 36.50 dollar per barel di New York. Harga emas naik sebesar 16.90 dollar pada level 856.80 dollar per ounce.
Indeks sahan China kembali mengalami penurunan diawal perdagangan hari Rabu yang dipicu dari melemahnya Wall Street semalam atas kekhawatiran terhadap kesehatan dari sektor perbankan.
Saham finansial memimpin penurunan dengan China Life turun sebesar 2.61% pada level CNY19.76. Perusahaan mengatakan dan mengekspetasikan mungkin terjadi kerugian lebih dari 50% terhadap keuntungan di tahun 2008.
Shanghai Composite turun sebesar 26.38 poin atau 1.32% pada level 1967.73.
CITIC Securities turun sebesar 1.46% pada level CNY20.95 setelah melaporkan terjadi kerugian dari keuntungan sebesar 41.22% menjadi 7.28 milyar yuan di tahun 2008.
Angang Steel turun sebesar 4.17% pada level 7.81 yuan setelah memproyeksikan penurunan sebesar 55% keuntungan di tahun 2008.
Suning Appliance Chain Store turun sebesar 5.55% pada level CNY6.50 setelah memangkas estimasi keuntungan tahun 2008 menjadi 40-50% dari forecast sebelumnya 60-80%.
Rabu, 21 Januari 2009
Wall Street dan bursa Regional 'Memerah' Sambut Pelantikan Obama
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
SELAMAT BARACK HUSSEIN OBAMA!!
Rangkaian kalimat dengan kata-kata indah bergaya ku tuliskan kepadamu. Taburan ratna mutu belaian cinta ku ucapkan kepadamu, sebagai pernyataan selamatku atas kemenanganmu, presiden amerika ke-44, Barack Obama.
Suatu pernyataan “selamat” sebenarnya lebih pantas diucapkan dengan mulut disertai jabatan tangan : tapi karena waktu itu aku ketinggalan antri, maka pernyataan itu baru kini dapat kusampaikan melalui blog ini.
Banyaklah sudah aku mengenal pemimpin Amerika yang ulung; namun rasa kagumku hanya terpancang kepadamu. Bukan karena latar belakang historimu, pernah tinggal di Indonesia atau kau dari golongan minoritas Amerika. Bagiku visi-misi kampanyemu, membayangkan suatu lambaian kasih, mendamaikan dunia. Kau tawarkan new leadership of America, seolah aku terbang di pesawangan.
Dalam meghadapi masalah terorisme, perdamaian di Timur Tengah, Hambatan ekonomi global, dan serangan-serangan datang lainnya, kau hadapi dengan tenang tanpa meninggalkan adat budaya Amerika, walaupun dalam hati tak sepenuhnya aku percaya kepadamu, sebelum aku menerima apa yang ku harap.
Pesanku “Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah.” inilah harapanku kepadamu.
Sekali lagi kuucapkan “Selamat buat presiden baru, Barack Hussein Obama”
“Selamat Bary!!” “Good Luck!!”
sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com
Poskan Komentar