Tiga kali IHSG terkoreksi dan menembus level psikologis 1.400, tiga kali pula indeks berhasil bertahan dan ditutup diatas level tersebut. Auto rejection bawah saham BUMI di hari kelima dan koreksi signifikan saham INCO, SMGR, TLKM, BBCA dan BNII belum cukup untuk menekan indeks kebawah level 1.400. Sejumlah saham bahkan masih mampu menguat cukup tajam seperti ASII, UNVR dan ADRO. Beberapa saham lainnya naik hingga batas auto rejection seperti INDY, SULI dan MDLN. Antisipasi pengumuman penurunan harga BBM oleh pemerintah terbukti masih memiliki pengaruh positif terhadap beberapa saham konsumtif seperti ASII, UNVR dan sektor properti. Saham PTBA terkoreksi setelah naik tajam sehari sebelumnya karena rencana pemerintah Sumsel membangun rel kereta api pengangkut batubara senilai US$1 miliar sangat menguntungkan bisnis perseroan kedepan. Sementara penurunan saham BUMI kelihatannya masih akan berlanjut hari ini, kecuali BUMI membatalkan rencana akuisisi atas tiga atau setidaknya dua perusahaan terakhir yaitu Fajar Bumi Sakti dan Pendopo Energi Batubara. Sangat jelas bahwa Keluarga Bakrie menjadikan BUMI sebagai sapi perah dengan rencana akuisisi perusahaan terafiliasi tersebut.
Outlook IHSG hari ini diprediksi tidak lebih baik dari kemarin walaupun pemerintah telah memutuskan untuk menurunkan harga BBM yang mulai berlaku 15 Januari. Sentimen negatif dari Wall Street akan mempengaruhi pasar saham Asia hari ini. Sedangkan turunnya kembali harga minyak mentah ke level US$37 per barrel jelas tidak menguntungkan bagi saham-saham komoditas dan dapat menjadi pemicu aksi ambil untung. IHSG sekali lagi akan berada dibawah level 1.400 dan mencoba bertahan diatas level 1.380. Indikator stochastic oscillator sebenarnya memiliki potensi cukup besar untuk menekan indeks secara masif, namun membaiknya indikator makro ekonomi tidak memberi alasan kuat kepada pemodal untuk melakukan aksi jual besar-besaran. Sedangkan antisipasi Wall Street atas keluarnya laporan keuangan emiten tahun 2008 akan mendominasi sentimen pasar global hingga akhir Januari mendatang. Namun indeks Dow
Jones telah turun 540 poin dalam empat hari terakhir ini sehingga sebagian dari informasi negatif dari laporan keuangan emiten mulai terdiskon.
Penawaran tender 24,2% saham Indosat (ISAT) oleh Qtar Telecom diperkirakan paling cepat pada 20 Januari 2009, mundur dari perkiraan sebelumnya 16 Januari 2009. Proposal memang sudah diajukan pihak Qtel ke Bapepam-LK, namun pernyataan efektif agak lama karena menyangkut dual listing Indosat. Jika tidak ada hambatan maka pernyataan efektif penawaran tender Indosat akan dikeluarkan Bapepam pada 16
Januari 2009. Namun demikian, saat ini realisasinya masih belum dapat dipastikan jadwalnya. Selain di BEI, Indosat juga tercatat di New York Stock Exchange (NYSE), AS. Menurut Bapepam LK masih ada beberapa hal yang perlu dibereskan dulu karena mekanisme antara kedua bursa tersebut berbeda. Sebelumnya Bapepam LK mengemukakan Qtel telah memasukkan penyataan tender offer pada 8 Januari 2009.
Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) akan mengakuisisi seluruh saham Humpuss Trading. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam RUPSLB HITS pada Jumat (16/2). Selain akuisisi Humpuss Trading, manajemen HITS juga akan meminta persetujuan pemegang saham tentang perubahan anggaran dasar, persetujuan perubahan anggota direksi dan dewan komisaris serta persetujuan prinsip penjualan kembali seluruh saham perseroan dalam treasury stock dan investasi proyek pembangkit tenaga listrik di Bali dan Kalimatan.
Bapepam – LK menilai rencana Bumi Resources (BUMI)mengakuisisi tiga perusahaan dibidang batubara senilai total Rp6.18triliun melangkahi wewenang otoritas bursa tersebut. Bapepam – LK melihat pemeriksaan terhadap rencana akuisisi BUMI penting karena bernilai Rp6.18triliun Darma Henwa (DEWA) menegaskan pengambilalih saham
saham perseroan oleh Bumi Resources Investment tak mengubah pemegang saham pengendali. Perseroan menyatakan pada 23 Desember 2008 memang terjadi pengalihan saham yang dilakukan Goodrich Management Corp atas kepemilikan saham perseroan sebesar 80 % di Zurich, namun tak menyebabkan adanya perubahan pengendali. Hanya saja pengambilalihan oleh Bumi Resources Investment memberikan jamin lebih pasti atas sejumlah kontrak pertambangan milik perseroan.
Indoexchange (INDX) akan merambah ke bisnis jasa kelautan dan jasa pelabuhan, sesuai dengan bidang usaha yang digeluti pemegang saham utama, yakni Integrax Bhd. Ekspansi usaha ini akan direalisasikan dengan mengakuisisi Radikal Rancak Sdn Bhd. , yang dikuasai sepenuhnya oleh Integrax. Sumber pendanaan untuk akuisisi rencananya dari penerbitan saham baru alias rights issue. Bahkan untuk aksi korporasi ini perseroan sudah memiliki pembeli siaga (standby buyer).
Lautan Luas Singapore Pte Ltd, anak usaha Lautan Luas (LTLS) telah melepas 25 % saham kepemilikannya di Jiangsu Jingseng Salt Industri Co Ltd. Tidak disebutkan nilai penjualan saham tersebut.
Matahari Putra Prima (MPPA) tidak akan meneruskan merek Parisian, perseroan akan mengubah kembali Parisian menjadi merek Matahari. Sebelumnya merek Parisian ditujukan untuk segment market premium untuk bersaing dengan dept store
asing.
Sinar Mas Sekuritas menjual 6.2% saham Bakrie Telecom (BTEL) yang dibeli pada November 2006 Waskita Karya memutuskan menunda penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) karena kondisi pasar modal yang tak kondusif seiring dengan terjadinya krisis ekonomi global. Perseroan menilai tahun ini tak tepat bagi perseroan untuk melepas saham ke publik meskipun sudah mendapat persetujuan dari DPR untuk melaksanakan aksi tersebut.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, aturan baru penghentian perdagangan secara otomatis atas saham yang mengalami kenaikan atau penurunan harga dalam batas tertentu (autorejection) akan mulai diterapkan pekan depan. Saat ini BEI sedang membahas besarannya. Sistem autorejection akan dikembalikan ke pola simetris. Aturannya akan kembali ke normal, tetap simetris, namun nominalnya disesuaikan dengan kondisi baru. Seblumnya krisis telah menyebabkan BEI memberlakukan utorejection asimetris, yaitu 20% batas atas kenaikan dan 10% batas bawah penurunan harga saham.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memangkas suku bunga wajar simpanan dalam mata uang rupiah di bank umum yang ditetapkan lebih rendah 50 basis poin menjadi 9,5%. Begitu
pula untuk bunga penjaminan di bank umum dalam mata uang dolar AS turun 50 basis poin dari 3,5% menjadi 3%. Sedangkan bunga simpanan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
tidak berubah dari periode sebelumnya alias tetap sebesar 13%.
Selasa, 13 Januari 2009
Berita Hari ini
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar